Thursday, September 4, 2008

Menjadi Ikhlas

Banyak diantara kita terjebak dengan kata ikhlas, sehingga mereka menjadi pasrah, pasrah dan ikhlas memiliki perbedaan yang amat jauh tapi jika kita tidak hati-hati maka kita menjadi pasrah. pasrah berarti meneriman sesuatu tanpa hasil usaha, sedangkan ikhlas kita menerima apapun hasil yang kita dapatkan setelah kita melakukan usaha, suatu makna yang dalam . walaupun begitu mungkin pengertian ikhlas bisa jadi tidak saman antara manusia satu dengan lainnya.
keikhlasan merupakan wilayah tertinggi didalam dunia tassawuf, sebagaimana yang tertulis didalam Al-Qur'an Q.S Shad[83] : 82-83 dimana artinya bahwa iblispun takut kepada orang-orang yang mukhlis (ikhlas), kitapun bertanya kenapa bukan orang-orang yang rajin shalat, rajin puasa , rajin sedekah dll, tapi kenapa orang-orang yang ikhlas. disinilah mengapa bahwa untuk orang-orang yang ikhlas hanya ALLAH SWT yang tahu.
Sebenarnya keikhlasan dimulai dari niat kita, sebagai contohnya sebelum kita shalat kita niat dulu, apa niatnya Lillahi Ta'ala (ikhlas) sebelum berpuasa niatnya Lillahi Ta'ala (ikhlas) jadi segala sesuatunya kita niatkan hanya kepada ALLAH bukan hanya untuk surga dan neraka ataupun pahala. niat adalah ruh amal dan ikhlas adalah inti amal.sedangkan ikhlas itu sendiri memiliki tingkatan-tingkatannya sendiri-sendiri, manusia berbeda tingkatan-tingkatannya antara yang satu dengan yang lainnya walaupun tidak menutup kemungkinan jika ada yang sama.
jadi sudahkan kita menjadi manusia yang ikhlas ?? bagaiman melatih diri menjadi manusia yang ikhlas ??? latihan-latihan untuk menjadi ikhlas banyak jenisnya dan merupakan latihan yang tidak gampang banyak godaannya , banyak buku-buku yang membahas latihan-latihan riyadhah dan mujahadah agar kita bisa menjadi lebih ikhlas seperti buku ihya' ullumuddin karangan imam Ghazali, buku qut al-qulub karangan abu thalib al-Makki (dalam bahasa indonesia judulnya nutrisi hati), kitab al-hikam karangan imam Ibn Atha'illah dll.
mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.
wassalam

Rery Indra
www.reryindra.blogspot.com

No comments: